Putri Santosa melawan Grup Jaya Makmur yang ingin menghancurkan tradisi keramik Desa Tanah Merah. Bersama Kak Rama dan Kapten Elang, ia berjuang mengembangkan bisnis lokal dan menemukan glasir merah tembaga yang unik. Berkat dukungan warga, Putri berhasil membawa keramik desa ke tingkat nasional dan meraih restu ibu.